Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

dwiretnosafitri1.blogspot.com
Lihat profil lengkapku

About Me

dwiretnosafitri1.blogspot.com
Lihat profil lengkapku
RSS

Permainan Tradisional Pasaran


Nama         : Dwi Retno Safitri

NIM          : K8113023

Kelas         : 2 A/ PG-PAUD

 

 

PASARAN

A.    Deskripsi Umum

Pasaran merupakan satu dari sekian banyak permainan tradisional yang ada di Indonesia. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak utamanya anak perempuan yang masih tergolong anak usia dini. Bagi anak usia dini permainan ini sangat mudah dilakukan karena permainan ini hanya sebatas permainan peran jual-beli dan tidak menggunakan media khusus dalam pelaksanaannya. Anak dapat menggunakan benda apa saja untuk mendukung jalannya permainan ini, seperti botol bekas, kaleng bekas, ataupun benda-benda lain yang dapat dijadikan sebagai tempat dagangan yang akan dijual.

Permainan ini bisa dilakukan kapan saja, baik siang maupun sore hari. Permainan pasaran biasanya paling banyak dilakukan sehabis pulang sekolah ataupun sore hari untuk mengisi waktu luang anak, tetapi terkadang kapan pun anak bisa melakukan permainan ini tergantung mood mereka karena permainan ini biasanya otomatis terjadi. Misalnya pada saat anak memetik bunga atapun daun, secara otomatis anak akan berinisiatif menjual daun tersebut, sedangkan teman yang lainnya mencari sesuatu yang lain untuk bisa dijadikan pelengkap. Semua kegiatan jual beli itu otomatis terjadi atau spontan.

Asal-usul permainan ini tidak diketahui secara pasti karena permainan ini menyebar hampir di setiap daerah di seluruh Indonesia.

Permainan tradisional pasaran biasanya dimainkan oleh anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan, tetapi tidak menutup kemungkinan anak-anak yang tinggal didaerah perkotaan juga memainkan permainan ini. Anak-anak di desa masih banyak yang melestarikan permainan ini karena sebagian besar dari mereka belum terpengaruh oleh kecanggihan teknologi, utamanya anak-anak yang berada tinggal didaerah pelosok atau terpencil. Berbeda halnya dengan anak-anak yang tinggal di daerah kota ataupun semi kota yang sudah menggunakan gadget sebagai pengganti permainan tradisional, sehingga permainan pasaran ini sedikit demi sedikit akan mulai terlupakan oleh anak-anak yang telah mengenal gadget yang notabene memiliki aplikasi peramainan yang jauh lebih menarik dibandingkan permainan tradisional.



B.     Cara Bermain

a.       Persiapan

Sebelum melakukan permainan pasaran, biasanya anak-anak menyiapkan tempat dan alat yang akan digunakan untuk bermain. Alat-alat yang digunakan biasanya kertas, daun, atau pecahan genting yang sudah tidak terpakai sebagai alat tukar (uang). Barang dagangan biasanya berupa daun yang dipotong menyerupai mie, bunga pacar banyu, dan masih banyak lagi.

b.      Aturan Permainan

Anak-anak akan cenderung membagi peran, seperti siapa yang menjadi penjual dan siapa yang menjadi pembeli. Penjual dan pembeli masing-masing memiliki keluarga dan setiap anggota keluarga akan mencari alat-alat yang bisa digunakan untuk mendukung jalannya permainan ini. Keluarga penjual akan mencari apa saja yang akan mereka jual, sedangkan keluarga pembeli akan mencari alat tukar (uang) yang akan mereka gunakan untuk membeli. Permainan ini tidak memerlukan aturan seperti permainan tradisional betengan, dakon, ataupun yang lain, serta permainan ini tidak bersifat terikat (menang-kalah) dan tidak ada unsur persaingan dalam permainan ini. Kesepakatan dalam permainan ini biasanya terkait dengan dengan ketentuan alat bayar, misalnya pecahan genting sebagai uang receh dan daun besar sebagai uang yang bernilai tinggi sedangkan daun kecil uang yang bernilai rendah.

c.       Pelaksanaan Permainan

Anak-anak yang menjadi keluarga penjual mempersiapkan dagangan yang akan mereka jual seakan-akan seperti para pedagang yang berada dipasar. Mereka juga menawarkan dagangan mereka kepada pembeli. Dagangan yang mereka jual juga ditata rapi sedemikian rupa sehingga pembeli tertarik untuk membeli. Pembeli yang sudah mempersiapkan uang membeli dan tidak jarang mereka menawar seolah-olah mereka seperti ibu-ibu yang menawar ketika berada dipasar. Jika sudah sepakat dengan harga barang yang akan dibeli, maka pedagang akan membungkus barang yang akan dibeli. Pembeli tidak hanya membeli satu macam barang saja, akan tetapi mereka seolah-olah berputar-putar mengelilingi pasar mencari barang yang mereka butuhkan, dan apabila barang dirasa sudah cukup maka pembeli akan pulang kerumah. Pada saat berada di rumah, keluarga pembeli memasak untuk keluarganya. Begitulah permainan pasaran berlangsung sampai anak-anak merasa bosan dan membuabarkan diri.

C.     Relevansi Permainan Pasaran dengan Metode Pengembangan Sosial Emosi

Permainan pasaran pada dasarnya adalah permainan jual-beli, ada pihak yang berperan sebagai penjual dan ada pula yang berperan sebagai pembeli. Permainan tradisional pasaran seiring berjalannya waktu mulai tergantikan dengan permainan modern dan permainan ini sering dianggap sebagai permainan ndeso atau kampungan. Padahal permainan ini memiliki banyak manfaat yang sangat besar, diantaranya yaitu penanaman nilai-nilai dan sosialisasi agar kelak anak dapat memerankan status dan perannya dalam masyarakat dengan baik.

Permainan merupakan alat yang sangat baik untuk mengembangkan aspek sosial dan moral anak, karena ada aturan-aturan tertentu yang harus diikuti semua anak. Jika permainan menjadi lebih terorganisasi dan aturan-aturan dapatditerapkan, maka anak belajar memodofikasi perilakunya untuk menghormati yang lain dan memahami batas-batas sosial. Jika anak matang, ia makin sadar mengenaik kebutuhan kerja tim. Beberapa permainan yang lebih kompleks memerlukan kerja kognitif untuk mengembangkan strategi yang sederhana. (Hidayatullah, 2008)

Berkaitan dengan peran pendidik anak usia dini dalam proses pembelajaran, maka diperlukan metode-metode untuk mengembangkan sosial emosi anak salah satunya yaitu dengan bermain. Bermain adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik untuk mengembangkan sosial emosi anak. Tujuan program kegiatan bermain dalam PAUD adalah untuk membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas anak, yang nantinya akan berguna bagi anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tahap berikutnya. Salah satu contoh permainan yang dapat dikembangan sebagai metode pengembangan sosial emosi anak adalah permainan pasaran. Permainan pasaran berkaitan (relevan) dengan salah satu metode pengembangan sosial emosi anak karena dalam permainan tersebut terdapat pembagian peran, sehingga penerapan dari permainan pasaran adalah dengan metode bermain peran.

Bermain peran sebagai metode pengembangan sosial emosi anak bisa dimanfaatkan guna melestarikan permainan pasaran. Dalam bermain peran tentunya ada sebuah adegan dan pembagian peran, dan secara tidak sadar anak telah melakukan keduanya saat bermain pasaran. Anak tidak menyadari bahwa dirinya memainkan sebuah drama tanpa skenario, sehingga hal ini menjadi keuntungan bagi pendidik apabila ingin menggunakan metode bermain peran sebagai metode pengembangan sosial emosi.

Penerapan permainan tradisional pasaran dalam sebuah permainan peran lebih mudah dilakukan oleh anak, karena adegan dalam pasaran adalah kenyataan sehari-hari yang ada dalam kehidupan anak.

 

 

Daftar Pustaka

Hidayatullah, M. Furqon. 2008. Mendidik Anak Dengan Bermain. Surakarta : UNS Press

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar